Senin, 31 Oktober 2016

EFEK BROKEN HOME

efek broken home pada anak,efek broken home,efek broken home terhadap anak,efek broken home bagi anak,efek anak korban broken home,efek anak broken home,efek keluarga broken home,efek kehidupan seorang broken home,efek dari keluarga broken home,efek dari keluarga broken home,efek samping anak broken home,efek keluarga broken home pada sekolah anak,efek dari broken home,efek broken home pada remaja,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi

EFEK BROKEN HOME

Orang dewasa memiliki tugas perkembangan, salah satunya ialah menikah. Tidak satupun manusia yang merencanakan perceraian saat baru melangsungkan pernikahan. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau perceraian dapat terjadi saat sepasang suami istri tidak dapat lagi menyatukan visi dalam membangun bahtera rumah tangga. Saat perceraian terjadi, tidak hanya pasangan suami istri saja yang menerima dampaknya. Namun, anak mereka juga menjadi korbannya. 
Keluarga yang berantakan akibat orang tua tidak lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah biasa disebut dengan broken home. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik masalah di rumah, sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di masyarakat. Sehingga menimbulkan perceraian atau perselisihan yang berkepanjangan.
Keadaan keluarga broken home merupakan pemicu anak menjadi sedih, murung serta malu karena orang tuanya telah bercerai dan yang paling parah bisa membuat mereka melakukan hal-hal negatif seperti mulai mencoba rokok, narkoba dan minuman keras. Hal ini yang akhirnya bisa membuat anak kehilangan pegangan serta panutan dalam masa transisi menuju kedewasaan.
Kondisi keluarga yangf broken home disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
  1. Terjadinya perceraian
  2. Kebudayaan bisu dalam keluarga
  3. Perang dingin dalam keluarga
  4. Ketidak dewasaan sikap orang tua
  5. Orang tua yang kurang memiliki rasa tanggung jawab
  6. Jauh dari tuhan
  7. Adanya masalah ekonomi
  8. Kehilangan kehangatan di dalam keluarga antara orang tua dan anak
  9. Adanya masalah pendidikan
Ketika orang tua sudah memutuskan untuk berbisah dengan pasangannya maka mereka harus siap dengan konsekuensi yang akan diterimanya, salah satunya ialah menjadi orang tua tunggal. Menjadi orang tua tunggal memang memiliki banyak tantangan, pekerjaan yang harus dilakukan menjadi lebih besar. Walaupun pekerjaan semakin besar, orang tua harus tetap memikirkan dampak terhadap anak-anaknya. Orang tua harus menjaga, merawat, dan mendidiknya. Bahkan tantangan terbesar dari orang tua tunggal adalah pengaruh status pada anak-anak. Anak-anak merasa diabaikan, tidak aman, terasing, dan berbeda dari anak-anak lain yang memiliki ayah ibu yang utuh.
Orang tua harus membangun hubungan dengan anak, sehingga mereka merasa nyaman berbicara. Agar hubungan orang tua baik dengan anak-anak, bisa dimulai dengan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, juga membuat dan menetapkan tugas-tugas yang bisa dilakukan bersama untuk anak. Hal ini dilakukan, agar mereka bisa membantu dan ini juga mengajarkan pada mereka tanggung jawab yang harus dilakukan.
Dengan pendidikan tanggung jawab, mental anak-anak akan semakin baik. Mendidik anak tentang tanggung jawab sangat diperlukan karena ketika orang tua pergi bekerja, anak yang di rumah sudah mengerti tanggung jawab. Dan jika ada teman-teman yang mengajak untuk perbuatan-perbuatan kriminal, misalnya narkoba, berkelahi, mereka bisa menolaknya karena mereka sudah mengerti tentang tanggung jawab.
Hal yang dilakukan orang tua untuk anak ialah mencerna dan memahami tentang keputusan yang sudah diambil, serta melatih dan mendidik anak untuk tidak menyalahkan orang lain, terhadap faktor penyebab terjadinya broken home ini. Selain itu, orang tua harus mampu membantu anak menarik pelajaran positif terhadap masalah yang sedang terjadi dan yang paling utama adalah mendekatkan diri pada tuhan dan kata kanlah akhir dari kehidupan ini.
Kami juga menyediakan jasa layanan Konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu Rafting, kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim dan lainnya. Untuk info selengkapnya silahkan anda bisa hubungi kontak yang ada dibawah ini:
JAKARTA          
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054
SURABAYA
Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965
MALANG
Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
Mobile : 085311091054/087836152078/085855494440
No. Telp : 0341 5032699
Pin BB : 5E0C2C45
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com

Jumat, 28 Oktober 2016

TRAUMA PSIKOLOGIS PADA ANAK

Trauma psikologis merupakan kerusakan jiwa akibat peristiwa traumatik. Ketika trauma mengarah pada gangguan stres pasca trauma, kerusakan melibatkan perubahan fisik di dalam otak dan kimia otak, yang mengubah respon seseorang terhadap stres masa depan.
Trauma psikologis  timbul akibat atau tanpa trauma fisik sekalipun. Penyebab trauma psikologis antara lain pelecehan seksual, kekerasan, ancaman, atau bencana. Namun tidak semua penyebab tersebut punya efek sama terhadap tiap orang. Ada orang yang dapat mengatasi masalah tersebut namun, ada pula yang tidak dapat mengatasi emosi dan ingatan pada peristiwa traumatik yang dialami.
Apabila trauma yang dialami cukup parah, biasanya organ tubuh  akan berhenti bekerja. Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk melindungi organ tersebut. Tubuh berusaha untuk menyimpan sebanyak mungkin energi untuk proses penyembuhan. Namun, adanya faktor lain seperti pendarahan dapat mempersulit proses pemulihan, sehingga harus segera diberikan pertolongan medis.

TRAUMA PSIKOLOGIS PADA ANAK 

Berdasarkan aspek yang ada dalam diri manusia, Jaffe, Segal, dan Dumke (2005) menyebutkan bahwa berikut ini adalah bentuk gejala-gejala yang mungkin timbul dari trauma psikologis yang dirasakan oleh seseorang:
Fisik
  • Gangguan Makan
  • Gangguan tidur
  • Energi yang rendah
  • Merasakan sakit terus-menerus yang tidak bisa dijelaskan
Emosional
  • Depresi, menangis secara spontan, putus asa
  • Kecemasan
  • Serangan panik
  • Merasa takut
  • Kompulsif dan perilaku obsesif
  • Merasa luar kendali
  • Lekas marah, marah dan kebencian
  • Mati rasa emosional
  • Penarikan dari rutinitas normal dan hubungan
Kognitif
  • Penyimpangan memori, terutama tentang trauma
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Penurunan kemampuan untuk berkonsentrasi
  • Merasa terganggu
Beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma psikologis:
  1. Terapi perilaku atau pembentukan perilaku
Teknik ini didasarkan pada prinsip teori belajar, tujuannya adalah membiarkan anak tidak belajar dan mempelajari, menggunakan hadiah dan hukuman. Anak dapat diberi ganjaran jika melakukan respon yang baik dan diinginkan, tidak diberikan hadiah jika tidak timbul respon yang diinginkan.
  1. Psikoterapi
Hal ini berdasarkan wawancara, tujuannya untuk menemukan sebab atau pengobatan anak tepat. Anak diberi dorongan untuk berbicara dan mengekspresikan perasaannya. Pada tingkat yang perfisial terapist mendengarkan dan mengarahkan setiap kesulitan yang dihadapi anak kedalam saluran yang lebih positif. Orang tua juga terlibat, mereka diwawancarai dengan anak maupun secara terpisah.
  1. Terapi bermain
Merupakan metode yang baik bagi anak. Mereka seringkali sulit manyatakan ketakutan dan kecemasannya dalam kata-kata, terapi dapat menyatakan melalui bermain.Anak dibiarkan bermain bebas tanpa diarahkan sementara terapist melakukan observasi. Jika diperlukan maka terapist dapat membantu anak melakukan verbalisasi perasaan dan emosi, sehingga anak dapat belajar untuk menangani masalahnya dengan cara adaptasi yang rasional.
  1. Terapi kelompok
Terapi ini cocok untuk remaja, tujuannya belajar berinteraksi dengan orang lain dalam kelompok, merasakan masalah mereka dan belajar tidak saja dari terapist tetapi juga dari anggota kelompok lainnya. Metode kelompok bervariasi dari pendekatan yang sangat terarah dari terapist, sampai pendekatan hampir tak terarah.
Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

JAKARTA

Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 085 311 091 054 / 081 334 664 876
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No. 54B Surabaya
Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965
MALANG
Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
Mobile : 081937735050 / 082 231 080 521 / 085 791 320 238
No. Telp : 0341 5032699
Pin BB : 5E0C2C45
Email : indonesiasukses@yahoo.com atau indonesia.tips@gmail.com

TRAINING MOTIVASI PT DUTA NETWORK INDONESIA



training motivasi kerja,training motivasi untuk karyawan,training motivasi diri,training motivasi esq,training motivasi adalah,arti training motivasi,acara training motivasi,training motivasi bisnis,training motivasi entrepreneur,fungsi training motivasi,training motivasi indonesia,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

Mempunyai sebuah perusahaan adalah hal yang membanggakan, namun sebagai pemilik perusahaan  harus benar-benar memperhatikan seluruh aspek dalam kegiatan bekerja setiap harinya sehingga mampu meningkatkan laba perusahaan dengan signifikan. Tentu saja ada peraturan ketenaga kerjaan yang harus dipatuhi juga peraturan mengenai badan usaha perusahaan itu sendiri.

Sebuah perusahaan tidak akan pernah terbentuk tanpa adanya karyawan. Tidak akan meningkat income perusahaan jika tidak ada kerja keras dari karyawan. Maka dari itu sebuah perusahaan perlu memberikan training motivasi untuk membantu karyawan dalam meningkatkan kinerjanya.

training motivasi kerja,training motivasi untuk karyawan,training motivasi diri,training motivasi esq,training motivasi adalah,arti training motivasi,acara training motivasi,training motivasi bisnis,training motivasi entrepreneur,fungsi training motivasi,training motivasi indonesia,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

TRAINING MOTIVASI PT DUTA NETWORK INDONESIA 

Pada tanggal 29 Oktober 2016 PT Duta Network Indonesia mengadakan training motivasi untuk karyawan dengan bantuan TIPS Indonesia. Dalam hal ini TIPS Indonesia membatu karyawan untuk dapat meningkatkan kinerjanya di perusahaan tempat mereka bekerja. Selain itu, setiap tenaga kerja juga mendapatkan motivasi atau semangat dalam bekerja. Motivasi adalah suatu hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Semakin besar dorongan atau motivasi yang dimiliki oleh seseorang, maka semakin besar dan semakin giat orang tersebut untuk berusaha mencapai tujuannya.

training motivasi kerja,training motivasi untuk karyawan,training motivasi diri,training motivasi esq,training motivasi adalah,arti training motivasi,acara training motivasi,training motivasi bisnis,training motivasi entrepreneur,fungsi training motivasi,training motivasi indonesia,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

Dengan motivasi yang diberikan akan membuat karyawan bekerja dengan nyaman dan menyenangkan. Menciptakan kondisi lingkungan pekerjaan yang nyaman dan aman akan benar-benar menunjang semangat para karyawan sehingga ketika karyawan mampu bekerja dengan baik maka akan membuat hubungan antara karyawan satu dan lainnya juga terjalin baik dan harapannya sinerginya menyebar hingga ke profit perusahaan itu sendiri. Sehingga training motivasi yang diperoleh karyawan akan sangat bermanfaat dari berbagai sisi.

Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 085 311 091 054 / 081 334 664 876
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No. 54B Surabaya
Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965
MALANG
Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
Mobile : 081937735050 / 082 231 080 521 / 085 791 320 238
No. Telp : 0341 5032699
Pin BB : 5E0C2C45
Email : indonesiasukses@yahoo.com atau indonesia.tips@gmail.com

Rabu, 26 Oktober 2016

PERBEDAAN PSIKOLOG DAN PSIKIATER

perbedaan psikiater dan psikolog,perbedaan psikiater dan psikologis,perbedaan psikolog dan psikiater adalah,perbedaan psikolog klinis dan psikiater,perbedaan psikiater dg psikolog,perbedaan psikiater dgn psikolog,perbedaan antara psikiater dan psikolog,apakah perbedaan psikolog dan psikiater,beda psikiater dengan psikolog,perbedaan dokter psikolog dan psikiater,info perbedaan psikolog dan psikiater,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

PERBEDAAN PSIKOLOG DAN PSIKIATER

Banyak orang yang salah kaprah mengenai profesi psikolog dan psikiater. Ada beberapa hal mengapa banyak orang non-psikologi yang menganggap profesi psikolog dan psikiater itu sama. Pertama, mungkin karena faktor namanya yang mirip. Kedua, keduanya menyangkut masalah kejiwaan. Ketiga, kedua profesi ini pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, pendiagnosaan dan pemberian terapi.
Psikolog atau lulusan S2 profesi psikologi akan mendapatkan izin praktek yang bisa digunakan untuk membuka biro konsultasi sendiri, atau bergabung menjadi tenaga konsultan psikologi di biro orang lain. Seorang psikolog juga punya hak untuk terhadap alat tes psikologi. Artinya, seorang psikolog dapat menyimpan, menggunakan dan mengoprasikan alat tes psikologi, serta menginterpretasikan hasil tes kliennya. Jadi, psikolog juga bisa disebut praktisi psikologi.
Psikiater ialah dokter spesialis yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu, pendidikan profesi sebagai dokter dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa. Jadi Psikiater adalah dokter yang mempelajari ilmu jiwa. Maksudnya, gelar  sarjana strata satu (S1) nya adalah sarjana kedokteran, kemudian dia mengkhususkan diri untuk memfokuskan pada kejiwaan manusia. Jadi psikiater adalah dokter (S1) yang meneruskan pendidikannya di bidang psikiatri (S2).
Dalam terapi obat-obatan (farmakoterapi) hanya boleh dilakukan oleh psikiater, berlatar belakang kedokteran yang lebih banyak melakukan penanganan secara klinis. Oleh karena itu, psikiater mengobati pasiennya, yang punya masalah kejiwaan, dengan memberikan obat karena beberapa penyakit jiwa bisa jadi disebabkan oleh keadaan tubuh yang sedang tidak sehat, atau dapat disembuhkan dengan mengobati organ tubuh yang berhubungan dengan gejala kejiwaan yang sedang diderita.
Kedua profesi ini memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa pencegahan, penanganan, diagnosa dan pemberian terapi. Namun, yang paling membedakan di sini adalah dalam hal pemberian terapi obat-obatan (farmakoterapi). Terapi obat-obatan ini hanya boleh dilakukan oleh psikiater, yang notabene berlatar belakang kedokteran yang lebih banyak berkecimpung pada penanganan secara klinis. Sedangkan psikolog lebih fokus pada aspek sosialnya, seperti melakukan penanganan berupa terapi psikologi (psikoterapi).
Walaupun ada kemungkinan psikolog mempelajari ilmu kedokteran tetapi, pemberian terapi ini (farmakoterapi) tidak bisa dilakukan sembarangan, seperti yang telah tertera dalam kode etik masing-masing profesi tersebut. Hal ini dikarenakan psikiater yang juga dikenal sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, lebih mendalami tentang kandungan dalam terapi obat-obatan dan telah memiliki izin untuk memberikannya. Namun, dalam pelaksanaannya baik psikolog dan psikiater dapat bekerja sama. Psikolog dapat mereferensikan kliennya untuk berkonsultasi pada psikiater atau ahli lainnya bila dirasa ada hal yang perlu ditangani lebih lanjut, maupun sebaliknya. Hal ini tergantung pada permasalahan yang dihadapi klien dan aspek yang perlu ditangani terlebih dahulu.
Untuk pemesanan rafting di Songa Rafting ProbolinggoRafting Kasembon MalangRafting Kaliwatu BatuBatu Alam RaftingPacet Rafting, Kediri Rafting dan rafting di daerah yang lain. Untuk konsultasi Training Motivasi MalangOutbound MalangWisata Malang, Travel di Malang dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:
MALANG
Perum Landungsari Indah N1 Malang
Mobile: 085 755 059 965 /  085 791 320 238
Telp. (0341) 5032699
PIN: 5E0C2C45
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No 54B
Mobile: 082 231 080 521 / 081 334 664 876
JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 /  085 855 494 440
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com

Senin, 24 Oktober 2016

PSIKOLOGI ANAK USIA DINI

psikologi anak usia dini adalah,karakteristik psikologi anak usia dini,psikologi pendidikan anak usia dini adalah,manfaat mempelajari psikologi anak usia dini,psikologi anak usia dini,pengertian psikologi anak usia dini,tes psikologi anak usia dini,psikologi perkembangan anak usia dini adalah,artikel psikologi anak usia dini,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

PSIKOLOGI ANAK USIA DINI

Psikologi anak usia dini harus diketahui oleh orang tua, karena berkaitan dengan pertumbuhan dan juga perkembangan buah hati secara menyeluruh. Pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan perkembangan mereka sangat cepat dan pesat sejak awal kelahiran. Perkembangan fisik dan motorik anak sangat berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak.
Pekembangan kesehatan psikologi anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik setiap anak sejak mereka dilahirkan. Karena apabila kondisi kesehatan fisik itu buruk maka akan berdampak buruk bagi kesehatan psikologi anak tersebut. Oleh karena itu, setiap orang tua memiliki peranan besar untuk perkembangan psikologi anak  sejak menginjak masa balita dan usia pra.
Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan di usia dini, orang tua harus benar-benar memberikan perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. Untuk mendukung hal tersebut berikut ini adalah beberapa hal yang harus di perhatikan orang tua mengenai perkembangan psikologi anak usia dini, antara lain:
  1. Perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap:
  • Tahap sensorimotor terjadi saat berusia 0 – 2 tahun. Pada tahap ini kemampuan anak masih terbatas pada gerakan refleks, mulai mengembangkan kebiasaan-kebiasaan awal, mereproduksi berbagai kejadian yang menurutnya menarik, mulai menggunakan berbagai hal atau peralatan guna mencapai tujuannya, melakukan eksperimen dan anak sudah mulai menemukan cara baru. Anak-anak juga mulai mempunyai kesadaran waktu dan ruang yang masih sederhana saja.Mereka sudah mulai mengerti kapan saat makan, saat bermain atau saat tidur.
  • Tahap pra-operasional terjadi pada anak usia 2–7 tahun. Pada masa ini kemampuan menerima rangsangan anak sudah mulai berkembang, akan tetapi masih sangat terbatas. Anak-anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, mereka sudah bisa memahami dan mengungkapkan pikirannya melalui bahasa, walaupun pemikiran mereka masih belum dapat berpikir abstrak, kesadran akan waktu dan ruang masih terbatas.
  • Tahap konkret operasional berkembang pada anak usia 7–11 tahun. Tahap ini anak telah mampu menyelesaikan tugas memisahkan, menggabungkan, menyusun, menderetkan, membagi dan melipat. Anak-anak pada fase ini sudah bisa menjalankan tugas-tugas operasional dan mulai berpikir secara berurutan dan rasional.
  1. Perkembangan bahasa secara umum, perkembangan bahasa anak usia dini terbagi ke dalam beberapa tahap, yaitu:
  • Periode prelingual, yaitu saat usia anak 0-1 tahun. Ciri utamanya adalah anak mengoceh dan menggumam untuk dapat berkomunikasi dengan orang tua, anak-anak masih bersifat pasif untuk menerima stimulus dari luar kemudian anak akan menerima respon yang berbeda. Contoh sederhana: bayi akan senyum saat melihat orang yang dikenalny, namun dia akan menangis jika melihat orang yang tidak dikenal.
  • Periode lingual, yaitu pada saat anak berusia antara 1-2 tahun, dalam rentang waktu ini, anak-anak sudah mampu membuat sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan orang lain. Pada usia 2 tahun, anak-anak sudah mampu memproduksi rata-rata dari 338 ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas adalah antara rentangan 42 sampai 672.
  • Ketiga yaitu periode diferensiasi, perkembangan ini terjadi saat anak berusia 2,5-5 tahun. Anak-anak pada fase tersebut sudah memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan benar. Perbendaharaan kata yang dimiliki telah berkembang secara baik dilihat dari segi kuantitas dan kualitas.
  1. Perkembangan Psikomotor. Perkembangan Psikomotorik berkaitan dengan perkembangan anak pada aktifitas fisik, yang dipengaruhi oleh kematangan saraf dan otot anak. Setiap gerakan sesederhana apapun, merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian tubuh dengan sistem saraf dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Disinilah fungsi sel saraf motorik bekerja. Kemampuan motorik manusia dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
  • Kemampuan motorik kasar. Kemampuan gerakan fisik dan sikap tubuh yang membutuhkan keseimbangan serta koordinasi anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Misalnya berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengatur keseimbangan tubuh.
  • Kemampuan motorik halus. Merupakan kemampuan/keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata & tangan. Saraf motorik halus dapat dikembangkan melalui rangsangan, kegiatan  dan berkelanjutan, seperti bermain puzzle.
  1. Perkembangan Sosio-emosional
Saat memasuki usia playgroup atau taman kanak-kanak merupakan masa awal membentuk kesadaan sosialnya. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, yaitu: kerjasama, kemurahan hati, persaingan dan hasrat akan penerimaan sosial, empati, simpati, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, perilaku kelekatan dan perilaku meniru. Erik Erikson,  seorang ahli psikoanalisis mengidentifikasi ada 4 tahap perkembangan psikosial anak, antara lain:
  • Trust vs Mistrust/ Kemampuan mempercayai lingkungan (dimulai sejak lahir-1 tahun).
Sikap dasar psikososial yang dipelajari bayi, bahwa mereka dapat mempercayai lingkungannya. Timbulnya trust (percaya) dibantu oleh adanya pengalaman yang terus-menerus, berkesinambungan, adanya pengalaman yang ada kesamaannya dengan ‘trust’ dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi oleh orang tuanya. Apabila kebutuhan dasar anak terpenuhi dan orang tua memberikan kasih sayang, anak akan menganggap lingkungannya dapat dipercaya atau diandalkan. Sebaliknya apabila pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak memberikan/memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan, tidak konsisten atau sifatnya negatif, anak akan cemas dan mencurigai lingkungannya.
  • Autonomy vs Shame and Doubt/ Kemampuan untuk mandiri (usia antara 2-3 tahun).
Setelah anak belajar ‘trust’ atau ‘mistrust’, selanjutnya anak akan mencapai derajat kemandirian tertentu. Sebaiknya sejak dalam rentang usia 1,5-3 tahun (toddler) diberi kesempatan dan didorong untuk melakukan yang diinginkan anak dan sesuai dengan tempo dan caranya sendiri, sedangkan orang tua cukup mengawasinya. Sebagai guru yang bijaksana, anak pada fase ini akan mengembangkan kesadaran kemandiriannya. Tetapi apabila orang tua dan guru tidak sabar dan terlalu banyak melarang anak pada rentang usia 1,5-3 tahun, maka akan berdampak pada sikap ragu-ragu anak terhadap lingkungannya. Sebaiknya orang tua tidak membuat anak malu jika melakukan tingkah laku yang tidak disetujui orang tua. Karena rasa malu biasanya akan menimbulkan perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri.
  • Inisiative vs Guilt/ Kemampuan berinisiatif (usia antara 4-5 tahun)
Kemampuan berpartisipasi dalam kegiatan fisik dan mampu mengambil inisiatif untuk suatu tindakan yang akan dilakukan. Tetapi tidak semua keinginan anak akan disetujui orang tua dan gurunya. Pada masa ini rasa percaya dan kebebasan yang anak baru muncul, peran orang tua dan guru yaitu untuk mendukung inisiatif dan ide anak, jika yang terjadi justru sebaliknya maka akan timbul keinginan untuk menarik rencananya/idenya, dan muncul perasaan bersalah.
Apabila anak usia 4-5 tahun diberi kebebasan untuk menjelajahi dan bereksperimen dalam lingkungannya, dan apabila orang tua dan guru memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak, maka anak cenderung akan lebih berinisiatif untuk menghadapi masalah yang ada di sekitarnya. Sebaliknya apabila anak dihalangi keinginannya, dan menganggap pertanyaan atau apapun yang dilakukan tidak ada artinya maka anak akan selalu merasa bersalah.
  • Industry vs Inferiorty/ Kemampuan memperoleh yang diingini (usia antara 6-11 tahun)
Saat ini anak-anak akan mengalami masa dimana dia akan menghadapi perasaan bersemangat dan di pihak lain mengatasi perasaan rendah diri. Dalam hubungan sosial yang lebih luas, anak-anak akan menyadari kebutuhan untuk mendapat tempat dalam kelompok seumurnya. Anak harus berjuang untuk mencapai hal tersebut. Jika kenyataannya ia masih dianggap sebagai anak kecil baik di mata orang tua maupun gurunya, maka akan berkembang perasaan rendah diri. Anak yang berkembang sebagai anak yang rendah diri, tidak akan pernah menyukai belajar atau melakukan tugas-tugas yang bersifat intelektual. Lebih parahnya, anak tidak akan percaya bahwa ia mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.
Pada perkembangan usia dini merupakan masa perkembangan karakter mental, kecerdasan dan fisk anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap (terutama) dari perilaku orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu juga anak menjadi sangat sensitif, peka dalam mempelajari suatu hal dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Itulah beberapa hal penting yang harus diketahui oleh orang tua mengenai psikologi anak usia dini.
  1. Perkembangan Pengendalian Diri
Ajarkan anak anda aturan positif yang harus dilakukannya secara mandiri kelak. Seperti buang air besar dan kecil pada tempatnya. Pada masa usia dini, adalah masa yang tepat untuk mengajarkan anak untuk mengikuti aturan dan proses menahan keinginan.
Untuk pemesanan rafting di Songa Rafting ProbolinggoRafting Kasembon MalangRafting Kaliwatu BatuBatu Alam RaftingPacet Rafting, Kediri Rafting dan rafting di daerah yang lain. Untuk konsultasi Training Motivasi MalangOutbound MalangWisata Malang, Travel di Malang dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:
MALANG
Perum Landungsari Indah N1 Malang
Mobile: 085 755 059 965 /  085 791 320 238
Telp. (0341) 5032699
PIN: 5E0C2C45
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No 54B
Mobile: 082 231 080 521 / 081 334 664 876
JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 /  085 855 494 440
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com

Jumat, 21 Oktober 2016

CARA MENGATASI SIFAT PEMALU

cara mengatasi sifat pemalu yang berlebihan,cara mengatasi sifat pemalu dan minder,cara mengatasi sifat pemalu,cara mengatasi sifat pemalu pada anak,cara mengatasi sifat pemalu pada balita,cara mengatasi sifat malu,cara menghilangkan sifat pemalu minder dan rendah diri,cara menghilangkan sifat pemalu pada perempuan,cara menghilangkan sifat pemalu dalam diri,layanan psikologi,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi,layanan psikologi klinis,layanan konsultasi psikologi

CARA MENGATASI SIFAT PEMALU

Seringkali orang tua merasa bahwa mendidik anak lebih sulit dibandingkan dengan membesarkannya. Beberapa orang tua malah terlalu menyepelekan dalam mendidik anak dengan membiarkan anak terlalu bebas atau kurang diperhatikan. Tapi jika Anda mendidik anak dengan terlalu keras, justru dapat menjadikan anak merasa tertekan dan merupakan salah satu penyebab anak menjadi pemalu. Tentunya hal ini tidak baik untuk perkembangan psikologis anak dalam pergaulan dan prestasinya, karena anak yangpemalu akan cenderung tertutup dan menarik diri sehingga semua potensinya tidak akan keluar dan berkembang dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan perlu dikenali lebih dalam oleh orang tuanya.
Anak pemalu ialah sebutan untuk anak yang tidak memiliki keberanian berbicara maupun tampil dihadapan banyak orang. Anak pemalu cenderung memiliki rasa malu yang berlebih dalam menghadapi kondisi yang menurutnya tidak nyaman. Rasa malu pada anak harus segera di atasi agar anak tidak tumbuh menjadi anak pemalu. Ada beberapa cara mudah yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi anak pemalu.
Sikap pemalu pada anak bisa dipicu oleh beberapa latar belakang, seperti :
  1. Kurang Bermasyarakat
Sifat pemalu terjadi pada anak jika ia memiliki latar belakang diabaikan oleh orang tuanya, atau dibesarkan pada keluarga yang mengasingkan diri, terlalu dikekang, sehingga mereka tak dapat menjalin dan mengalami hubungan social yang normal dengan masyarakat. Sehingga saat anak dikenalkan pada public, mereka akan cenderung lebih banyak diam dan ingin terus bersama anda.
  1. Pengalaman Buruk
Ketika anak mengalami peristiwa yang membuat ia memiliki penilaian malu. Hal ini akan berpengaruh pada pola pikirnya yang berimbas pada perilakunya. Misalkan, saat ia tampil menyanyi di depan banyak orang dengan tatapan penonton yang hanya tertuju padanya, dengan begini anak akan beranggapan bahwa berdiri didepan orang banyak adalah hal yang memalukan sehingga ia berhenti melakukan hal tersebut karena perasaan malunya.
  1. Anak Merasa Menjadi Sumber Perhatian
Anak pemalu terkadang merasa dirinya diperhatikan banyak orang atau ia akan malu bila dirinya menjadi bahan perbincangan banyak orang. Hal seperti inilah yang menyebabkan anak takut dan cemas untuk bertindak atau berpendapat karena khawatir apa yang dilakukannya salah dan menjadi bahan tertawaan orang-orang.
  1. Pola Asuh Awal Yang Keliru
Rasa malu anak mungkin terjadi karena pola asuh yang keliru ketika anak masih bayi terutama di dua tahun usia pertamanya. Karena otak bayi di usia tersebut mengalami perkembangan yang amat pesat dan diusia ini adalah saat dimana bayi mulai mengembangkan pola mengasosiasikan sesuatu. Misalkan, kebiasaan yang akan langsung berlari dan menggendong bayi saat menangis. Bayi yang mendapatkan perlakuan seperti ini akan menjadi bayi yang manja dan merasa dicintai. Perasaan seperti ini tentu saja baik untuk bayi, namun jika diberikan secara berlebihan seperti memperlakukan anak bak puteri raja yang selalu dilayani setiap saat tidak terlalu baik untuknya. Anak yang dimanja akan merasakan kehilangan dan kesepian seolah tidak ada pegangan dan tak tahu apa yang harus dilakukan saat mereka berada jauh dari orang tuanya. Sementara anak yang bayi yang tidak selalu dimanja oleh orang tuanya, cenderung mampu mengatasi rasa kesendirian dan mampu menampilkan rasa percaya dirinya dengan baik.
  1. Tidak Diberikan Kesempatan Berinteraksi
Salah satu factor anak menjadi pemalu bisa karena ia tak punya teman sebaya sebagai teman bermainnya. Sehingga ia menjadi jarang melakukan interaksi dengan orang lain dan ketika ia bertemu dengan orang baru di lingkungan baru, mereka tidak tahu bagaimana cara berinteraksi atau memperkenalkan dirinya dengan orang lain karena tak pernah diajak keluar main, pergi ke taman atau bersekolah. Anak yang tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan anak seusianya karena ruang geraknya hanya terbatas dengan keluarga di rumah akan membuat anak memiliki anggapan bahwa orang lain selain keluarganya adalah sebuah ancaman. Dan hal ini yang membuat menarik diri dari keramaian dan tempat umum.
Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sikap pemalu adalah:
  1. Tumbuhkan rasa percaya diri anak
Cara mudah pertama mengatasi anak pemalu ialah menumbuhkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri akan membuat anak memiliki keberanian dalam melakukan suatu hal. Rasa percaya diri yang ditumbuhkan dalam diri anak secara terus menerus mampu menghilangkan rasa malu pada anak.
  1. Bantu anak melihat kelebihan yang dimilikinya
Cara mudah kedua mengatasi anak pemalu adalah membantu anak melihat kelebihan yang dimilikinya. Anak pemalu terjadi karena anak tidak memiliki rasa percaya diri. Membantu anak melihat kelebihan yang dimilikinya akan membuat anak menyadari bahwa ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-temannya. Ketika anak dapat melihat kelebihan dalam dirinya maka ia akan lebih percaya diri, memiliki keberanian serta menghilangkan rasa malu yang sering dialaminya.
  1. Melatih anak untuk bersosialisasi
Cara mudah mengatasi anak pemalu selanjutnya ialah melatih anak untuk bersosialisasi. Melatih anak untuk bersosialisasi bisa Anda lakukan dengan mengajak anak bermain bersama teman-temannya. Bermain bersama teman merupakan media sosialisasi yang paling mudah bagi anak karena anak cenderung lebih mudah bersosialisasi dengan orang yang telah dikenalnya.
  1. Jangan memberikan label pemalu pada anak Anda
Jangan memberikan label pemalu pada anak. Memberi label pemalu atau mencap anak sebagai anak pemalu sebenarnya justru akan membuat anak menanamkan label atau cap itu dalam dirinya. Anak akan selalu tersugesti dengan label yang telah diberikan padanya sehingga akan sangat sulit menghilangkan sifat pemalu dari dalam dirinya.
  1. Memberikan pujian
Cara mudah yang terakhir mengatasi anak pemalu adalah memberikan pujian ketika anak dapat tampil dihadapan umum ataupun dapat menghilangkan sifat pemalunya. Pujian yang Anda berikan akan membuat anak merasa senang dan bangga, hal ini akan membuat anak menjadi lebih percaya diri dan mampu menghilangkan sifat pemalu yang dimilikinya.
Untuk pemesanan rafting di Songa Rafting ProbolinggoRafting Kasembon MalangRafting Kaliwatu BatuBatu Alam RaftingPacet Rafting, Kediri Rafting dan rafting di daerah yang lain. Untuk konsultasi Training Motivasi MalangOutbound MalangWisata Malang, Travel di Malang dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:
MALANG
Perum Landungsari Indah N1 Malang
Mobile: 085 755 059 965 /  085 791 320 238
Telp. (0341) 5032699
PIN: 5E0C2C45
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No 54B
Mobile: 082 231 080 521 / 081 334 664 876
JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 /  085 855 494 440
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com