Jumat, 02 Desember 2016

KENAKALAN REMAJA MENURUT ILMU PSIKOLOGI

tawuran,tawuran pelajar,kenakalan pelajar,kenakalan anak jaman sekarang,pengertian perilaku menyimpang,perkelahian pelajar,pengertian tawuran,pengertian tawuran antar pelajar,artikel tawuran antar pelajar,pengertian tawuran pelajar,berita tawuran pelajar,layanan psikologi,layanan psikologi di indonesia,layanan psikologi anak,layanan psikologi adalah,layanan biro psikologi,biaya layanan psikologi,layanan psikologi di malang,layanan jasa psikologi,jenis layanan psikologi

KENAKALAN REMAJA MENURUT ILMU PSIKOLOGI

Layanan Psikologi TIPS. Anak  merupakan individu yang unik, tidak dapat disamakan dengan orang dewasa, baik dari segi fisik, emosi, dan pola pikir. Perlakuan terhadap anak membutuhkan spesialisasi perlakuan khusus dan emosi yang stabil. Banyak cara yang digunakan oleh orang tua untuk mendidik anak. Ada yang mengutamakan kasih sayang, komunikasi yang baik dan pendekatan yang lebih bersifat afektif. Ada pula yang menggunakan kekerasan sebagai salah satu metode dalam menerapkan kepatuhan dan kedisiplinan anak. 
Kekerasan pada anak, baik fisik maupun psikis dipilih sebagai cara untuk mengubah perilaku anak dan membentuk perilaku yang diharapkan. Kekerasan yang terjadi pada anak tidak hanya terjadi didalam lingkungan rumah. Namun, akhir-akhir ini gencar pemberitaan yang menunjukkan bahwa kekerasan pada anak dapat terjadi dimana saja. Sering pula kekerasan pada anak hadir tanpa kita sadari. Di sekolah–sekolah bermunculan geng yang bernuansa kekerasan, kekerasan oleh guru kepada siswanya, ataupun tawuran antar pelajar.

Tawuran pelajar merupakan suatu tindak Kekerasan yang dilakukan oleh antar genk sekolah atau komunitas remaja yang didasari dengan alasan solidaritas sesama teman. Ditinjau secara psikologi, terdapat beberapa factor yang menjadi penyebab terjadinya tawuran antar remaja, diantaranya:
  1.  Faktor internalKurangnya kemampuan dalam beradaptasi pada situasi lingkungan yang semakin kompleks/beragam ndan banyak, sehingga menimbulkan tekanan pada dirinya. Selain itu, kurang kemampuan dalam mengatasi dan memanfaatkan siatuasi untuk pengembangan dirinya, sehingga mudah putus asa dan cepat melarikan diri dari setiap masalah, selalu menyalahkan orang lain setiap masalahnya dan cenderung lebih memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah. Sering mengalami konflik batin sehingga mudah frustasi, emosi yang tidak stabil, tidak peka terhadap persaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri serta biasanya sangat membutuhkan pengakuan.
  2. Faktor keluargaAdanya tindak Kekerasan dalam suatu keluarga yang berdampak pada perkembangan psikologis anak, menimbulkan karakter anak yang penuh dengan kekerasan. Sehingga, anak berpikir bahwa kekerasan merupakan bagian dari dirinya dan suatu hal yang wajar jika dia melakukan tindak kekerasan pula. Orang yang terlalu melindungi anaknya juga dapat berpengaruh pada anak, sehingga anak tumbuh sebagai remaja yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya. Pada saat bergaul dan bergabung dengan teman-temannya, dia akan menyerahkan dirinya secara total terhadap kelompoknya sebagai menjadi bagian identitas yang dibangunnya. Faktor lingkungan. Lingkungan rumah yang sempit/kumuh, anggota keluarga dan masyarakat yang berperilaku buruk, sarana transportasi yang sering menomorsekiankan pelajar, dan lingkungan masyarakat yang penuh dengan Kekerasan dapat menimbulkan reaksi emosional yang berkembang yang mendukung perilaku berkelahi.
  3.  Faktor sekolahAdanya lingkungan sekolah yang tidak membakar semangat siswanya untuk belajar, suasana kelas yang monoton dan membosankan, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran dan dianggap mengekang, tidak adanya kelas praktikum dan lain sebagainya, sehingga membuat pelajar lebih senang melakukan kegiatan diluar bersama teman- temannya. Peran guru sebagai penghukum dan pelaksana aturan yang tidak dibarengi sebagai pendidik dan pembimbing, dan masih adanya tidak kekerasan dalam mendidik siswa.

Tawuran juga berdampak pada pekembangan psikologis pelajar dan masyarakat seperti:
  • Membentuk kepribadian yang penuh dengan tindak kekerasan
  • Menjadi pribadi yang mudah frustasi karena tidak bisa mencapai tujuan yang diinginkan yang disebabkan rasa takut akibat segala aksinya tersebut.
  •  Mudah stress karena tekanan, ketegangan yang dialaminya sehingga mengganggu kondisi mental remaja dan tidak mampu menjalani aktivitasnya seperti biasa.
  • Menimbulkan keresahan dan traumatic pada masyarakat sehingga muncul rasa tidak percaya dan rasa takut, tidak berani berhadapan kelompok pelajar.

Solusi terhadap tawuran pelajar:
Keluarga :
  • Pengasuhan anak secara baik, penuh kasih sayang, disiplin, membedakan hal baik dan buruk, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
  •  Menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga membuat anak betah dirumah dan selalu rindu ingin pulang ke rumah.
  •  Meluangkan waktu untuk bersama dengan keluarga
  • Memperkuat nilai moral dan beragama pada individu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari- hari.
  • Melakukan pengawasan anak dalam menonton film yang berisi tindak kekerasan dan melakukan pemilahan permainan video games yang cocok dengan usianya
Sekolah:
  • Mengadakan kurikulum pendidikan yang baik dan dapat mengembangkan potensi anak dalam berpikir, berestetika dan berkeyakina terhadap Tuhan.
  • Adanya ruang atau lapangan olahraga di setiap sekolah, selain untuk kegiatan olahraga juga untuk penyaluran agresivitas pelajar.
  • Menjalin komunikasi dan koordinasi, bersama- sama mengembangkan pola penanggulangan dan penanganan kasus dan bisa juga mengadakan acara pertandingan atau kesenian diantara sekolah- sekolah.
Kepolisian juga melakukan kegiatan penyuluhan disekolah mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat menanggulangi tawuran, serta ikut andil dalam menanggulangi tawuran seperti melakukan penempatan petugas didaerah rawan guna untuk pemantauan terhadap tawuran, juga melakukan razia pada pelajar yang membawa senjata tajam. Pemerintah berperan menghapuskan tayangan Kekerasan yang merajalela di layar kaca. Sudah menjadi tugas negara untuk menjaga mental rakyatnya dari informasi media massa yang merusak.

Untuk pemesanan rafting di Songa Rafting ProbolinggoRafting Kasembon MalangRafting Kaliwatu BatuBatu Alam RaftingPacet Rafting, Kediri Rafting dan rafting di daerah yang lain. Untuk konsultasi Training Motivasi MalangOutbound MalangWisata Malang, Travel di Malang dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut:
MALANG
Perum Landungsari Indah N1 Malang
Mobile: 085 755 059 965 /  085 791 320 238
Telp. (0341) 5032699
PIN: 5E0C2C45
SURABAYA
Jl. Purwodadi 2 No 54B
Mobile: 082 231 080 521 / 081 334 664 876
JAKARTA
Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 /  085 855 494 440
Email :
indonesiasukses@yahoo.com
indonesia.tips@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar